Pendekatan, Strategi, Metode, Model Pembelajaran dan Macam-macamnya

             Pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang dirancang demi terselenggarakannya proses belajar. Pada proses pembelajaran itu sendiri, diperlukan keterampilan guru untuk menyusun pendekatan, strategi, dan metode hingga tergambarkan model pembelajaran yang digunakan agar dapat mencapai tujuan pembelajaran.

1. Pendekatan Pembelajaran

Yaumi (2013: 231) mengungkapkan bahwa pendekatan merupakan sudut pandang bagi guru, dosen, atau instruktur atau pengembang terhadap proses pembelajaran.  Berdasarkan pendekatannya, pembelajaran terbagi atas dua jenis, yaitu:

a. Pendekatan  berpusat pada pengajar (teacher centered approachces) yang menurunkan strategi pembelajaran langsung, pembelajaran deduktif atau pembelajaran eksposisi.

b. Pendekatan berpusat pada peserta didik (student centered approaches) yang menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri, serta strategi pembelajaran induktif.

2. Strategi Pembelajaran

Uno (2007:2-3) mengungkapkan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh pengajar untuk menentukan kegiatan belajar yang digunakan selama proses pembelajaran. Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan, dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

Terdapat beberapa pendapat mengenai strategi pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli pembelajaran, yaitu:

a. Gerlach dan Ely (1980) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu.

b. Dick dan Carey (1990) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran, sehingga memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran.

Sumber Gambar www.kompasiana.com

Menurut Sanjaya (2007 : 177 – 286) terdapat beberapa macam strategi pembelajaran, antara lain:

a. Strategi pembelajaran Ekspositori, adalah  stretegi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari guru kepada siswa agar siswa dapat menguasai materi secara optimal.

b. Strategi pembelajaran Inquiry, adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

Artikel Lain :  Apa dan Mengapa Seputar Penelitian Tindakan Kelas

c. Pembelajaran berbasis masalah, adalah rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.

3. Metode Pembelajaran

              Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode sendiri berbeda dengan teknik yang merupakan cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. (Prinsip-prinsip Desain Pembelajaran, 2013: 232).

              Metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu, sedangkan teknik adalah cara yang digunakan yang bersifat implementatif. Sehingga setiap guru dapat memilih metode yang sama, namun dengan teknik yang berbeda-beda. (Model Pembelajaran, 2007: 2).

Sutikno (2014) dalam bukunya memuat macam-macam metode yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran, antara lain:

a. Metode ceramah, adalah metode pembelajaran yang dilakukan dengan penyajian materi melalui penjelasan lisan oleh seorang guru secara monolog dan hubungan satu arah kepada peserta didiknya.

b. Metode tanya jawab, adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru kepada peserta didik, ataupun dari peserta didik kepada guru dengan tujuan merangsang berpikir dan membimbing peserta didik dalam mencapai kebenaran.

c. Metode diskusi, adalah suatu cara penyampaian pelajaran dimana guru bersama-sama peserta didik mencari jalan pemecahan atas persoalan yang dihadapi untuk tukar-menukar gagasan, informasi/pengalaman di antara peserta, sehingga dicapai kesepakaatn pokok-pokok pikiran (gagasan, simpulan).

d. Metode demonstrasi, adalah metode membelajarkan dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan ksuatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajarn yang relevan dengan pokok bahasan yang sedang disajikan.

e. Metode eksperimen, adalah metode pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan percobaan untuk membuktikan sendiri suatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari.

4. Model Pembelajaran

              Model Pembelajaran merupakan pola yang digunakan oleh pendidik yang berupa pendekatan, strategi, metode, tenik dan taktik dalam proses interaksi kepada peserta didik dengan pendidik serta  sumber belajar dalam lingkungan pembelajaran.

Artikel Lain :  Pengertian Metode Pembelajaran Edutainment yang menarik dan menyenangkan

Sutikno (2014: 57-58) dalam bukunya memuat beberapa pendapat ahli mengenai model pembelajaran, antara lain:

a. Dahlan (1990) menjelaskan bahwa model pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum, mengatur materi pelajaran, dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelas dalam setting pengajaran atau setting lainnya.

b. Toeti Soekamto dan Udin Saripuddin Winaputra (1997) mengartikan model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran didefinisikan sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematik dalam pengorganisasian pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Model pembelajaran menggambarkan keseluruhan urutan alur atau langkah-langkah yang pada umumnya diikuti oleh serangkaian kegiatan pembelajaran.

Sutikno (2014) dalam bukunya memuat macam-macam metode yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran, diantaranya.

a. Model penelitian sosial, adalah pola pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dengan menggunakan penalaran logis berdasarkan metode penelitian ilmiah.

b. Model Jigsaw, adalah model pembelajaran yang terdiri dari beberapa anggora dalam satu kelompok, yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi pelajaran dan mampu membelajarkan materi tersebut ke anggota lain dalam kelompoknya.

c. Model latihan penelitianbertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan berpikir intelektual dan keterampilan lainnya, seperti mengajukan pertanyaan.

Referensi

Rusman. (2010). Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Sutikno, Sobry M. (2014). Metode & Model-model Pembelajaran :Menjadikan Proses Pembelajaran Lebih Variatif, Aktif, Inovatif, Efektif, dan Menyenangkan. Lombok: Holistica Lombok.

Uno, Hamzah B. (2007). Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Yaumi, Muhammad. (2013). Prinsip-prinsip Desain Pembelajaran: disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Jakarta: Kencana.