Apakah cahaya itu? dan apa yang terjadi jika tidak ada cahaya?

 

 

Apakah cahaya itu?
Bagaimana keadaan kehidupan keseharian kita jika tanpa cahaya?
Apa yang terjadi jika tidak ada seberkas cahaya di alam semesta ini?

        Ciptaan sang pencipta akan sia-sia jika cahaya tidak ada di muka bumi ini, apalah arti yang nananya kecantikan dan kemolekan tubuh, apalah arti kegagahan dan ketampanan, pemandangan yang indah dan sejuk, paras kekasih yang di sayangi dan sebagainya akan tidak ada gunanya, yang akan nampak hanyalah kegelapan dan kesuraman, bisa di katakan ada suara tidak ada gambar.
        Sejak di mulainya peradaban kehidupan manusia  atau bahkan sebelum manusia pertama tercipta telah nampak semua bentuk yang ada di alam ini, ada suatu gejala  yang mengakibatkan hal tersebut dengan segala siratan rahasia dan fenomena yang terkandung di dalamnya, yang tidak lain adalah cahaya.
       Pandangan bahwa cahaya menjalar sebagai sederetan paket energi atau yang lazimnya di sebut foton berlawanan langsung dengan teori gelombang cahaya. Hal yang kedua menyediakan satu-satunya cara untuk efek optis khususnya difraksi dan interferensi sebagai teori fisis yang sudah mapan. Usul planck bahwa benda memancarkan cahaya dalam bentuk kuanta yang terpisah pada tahun 1900 tidak bertentangan dengan penjalaran cahaya sebagai gelombang, namun usul Einstein yang menyatakan bahwa cahaya bergerak melalui ruang dalam bentuk foton, menimbulkan rasa ketidak percayaan pada kawan-kawannya termasuk Max planck.
Cahaya adalah partikel gelombang
        Menurut teori gelombang, gelombang cahaya menyebar dari suatu sumber seperti riak menyebar dari permukaan air jika kita menjatuhkan batu ke permukaan air. Energi yang di bawa cahaya menurut analogi ini terdistribusi secara kontinu ke seluruh pola gelombang. Sebaliknya menurut teori kuantum, cahaya menyebar dari sumbernya sebagai sederetan konsentrasi energi yang terlokalisasi dan masing-masing cukup kecil sehingga dapat di serap oleh sebuah elektron yang mengherankan ialah teori kuantum cahaya yang memperlakukan sepenuhnya sebagai gejala partikel secara eksplisit berkaitan dengan frekuensi cahaya  yang merupakan konsep gelombang.
       Hal ini menimbulkan kebingungan dan kebimbangan, teori manakah yang harus di jadikan sebagai patokan dan patut di percayai? Banyak sekali hipotesis fisis harus di ubah atau di buang jika hipotesis itu bertentangan dengan ekrpeimen, tetapi kita belum pernah di haruskan membangun dua teori yang sangat  berbeda untuk menerangkan suatu gejala fisis. Tidak terdapat cara untuk menurunksan teori kunatum cahaya dari gelombang cahaya atau sebaliknya walaupun ada keterkaitan antar keduanya.
Cahaya sebagia partikel
       Supaya lebih mengerti kaitannya, marilah kita tinjau gelombang elektromagnetik berfrekuensi  v yang jatuh pada sebuah layar, intensitas I dari gelombang itu yang merupakan laju energi transport per satuan luas penampang, bergantung dari besar E dn B dari medan listrik dan magnetik, karena E dan B berhubugan melalui persamaan E=cB, maka kita bisa memilih salah satu antara E dan B untuk menggambarkan intensitas gelombang dan biasanya E yang di pilih sehingga intensitas gelombang yang di berikan oleh layar adalah
              I = €c E2rata-rata
Cahaya sebagai partikel
         Dinyatakan dalam model dari gelombang elektromagnetik yang sama energinya di  transport oleh N foton tiap detik tiap satuan luas, karena tiap foton berenergi hv intensitas pada layar adalah adalah
             I = Nhv
         Pada tiap kejadian yang khusus, cahaya dapat memperlihatkan sifat gelombang dan sifat partikel, tidak pernah keduanya terlihat sekaligus. Bila cahaya melalui celah-celah maka cahaya berlaku sebagai gelombang dan ketika tiba pada layar cahaya berlaku sebagai partikel. Teori gelombang dan teori kuantum saling melengkapi, jelaslah bahwa cahaya mempunyai dualisme sifat yaitu teori gelombang cahaya dan teori kuantum cahaya yang saling komplemen, cahaya bukanlah sesuatu yang hanya dapat di bayangkan berdasarkan pengalaman sehari-hari saja.
referensiku sobat : Buku Arthur Beiser edisi keempat

 

Artikel Lain :  Smart City Akan Terkoneksi 1,6 Miliar Perangkat di 2016