Pengertian, Aspek dan keunggulan Pengindraan Jauh Non Fotografik Sistem Termal

PENGINDERAAN JAUH NON-FOTOGRAFIK SISTEM TERMAL

ASAS PENGINDERAAN JAUH SISTEM THERMAL

  • Pancaran Tenaga Termal
    Asas Pancaran

Semua benda memancarkan panas yang disebabkan oleh gerak acak partikelnya. Panas di dalam benda di sebut dengan tenaga kinetik (Tkin), sedang panas yang dipancarkan disebut tenaga pancaran atau tenaga radiasi (Trad). Tenaga pancaran suatu benda lebih kecil dibandingkan dengan tenaga kinetik.
Pemahaman saya : Benda memancarkan panas karena adanya tenaga kinetik di dalam benda yang kemudian tenaga itu dipancarkan atau berpindah ke tempat lain berupa panas dengan tenaga radiasi.

  •  Perpindahan Panas
    Panas dapat berpindah tempat melalui tiga cara yaitu :
    1)  Konduksi, perpindahan panas melalui interaksi antara molekul benda, contoh : jika kita merebus makanan.
    2) Konveksi, perpindahan panas yang terjadi oleh benda panas yang berpindah tempat, contoh ; perpindahan panas pada air yang direbus, dan
    3) Radiasi, perpindahan panas dalam bentuk gelombang elektromagnetik, contoh ; panas matahari.
    2.      Variasi Pancaran Tenaga Thermal
    a.       Panjang Gelombang
    Hukum pergeseran Wien menyatakan bahwa pancaran benda berbanding terbalik dengan panjang gelombang. Puncak pancaran benda yang lebih panas terjadi pada gelombang yang lebih pendek.
    b.      Suhu Permukaan Benda
    Jumlah tenaga termal yang dipancarkan oleh tiap benda berbanding lurus terhadap pangkat empat suhu absolutnya dan berbanding lurus pula terhadap nilai pancarannya.

Adapun empat sifat termal benda yang mempengaruhi suhu benda:

  1. Konduktivitas Termal
    Tingkat penerusan panas melalui suatu benda yang diukur dengan  kal.cm-1.det-1.oC. Contoh batuan bukan konduktor yang baik tetapi lebih baik dari logam, daerah kota merupakan konduktor yang baik dari daerah desa.
  2. Kapasitas Termal
    Yaitu kemampuan benda untuk menyimpan panas. Hal ini perlu dibedakan dengan suhu, untuk penjelasannya dengan membandingkan benda berupa tiga bola berukuran sama degan suhu yang sama yaitu Riolit, Limestone dan Sandstone. Setelah ketiga benda tersebut dipanaskan, kemudian diletakkan diatas parafin yng tebal maka sandstone akan mencairkan parafin lebih lama. Sandstone mempunyai kapasitas termal lebih tinggi.
  3. Kebauran Termal
    Kemampuan suatu benda untuk memindahkan panas matahari dari permukaan benda itu kebagian dalamnya.
  4. Ketahanan Termal
    Ukuran tanggapan suatu benda terhadap perubahan suhu, diukur didalam kal-2.det-1/2.oC-1. variasi suhu harian permukaan benda pada dasarnya mengikuti variasi pemanasan oleh sinar matahari. Benda dengan ketahanan termal lebih besar ia lebih tahan terhadap perubahan suhu, pada siang hari lebih dingin sedangkan pada malam hari lebih panas.
  5.  Nilai Pancaran
    Berdasarkan hukum Stefan – Boltzmann bahwa jumlah tenaga pancaran suatu benda dipengaruhi oleh nilai pancaran benda itu dan oleh suhu permukaannya.
  6. Penginderaan Jauh dengan Tenaga Thermal
    Yang perlu dipahami dalam penginderaan jauh dengan tenaga termal ini yaitu :
    ·         Sifat termal obyek
    ·         Sifat pancaran obyek
    ·         Variasi suhu hariannya
  •  SENSOR DAN CARA KERJANYA
    Didalam penginderaan jauh sistem termal maka suhu pancaran yang berasal dari obyek dipermukaan bumi dan mencapai sensor termal direkam oleh sensor tersebut. Hasil rekamannya dapat berupa citra maupun non-citra. Sehubungan dengan dua jenis citra keluaran tersebut, sensor termal dibedakan atas dua jenis yaitu ;
    Radiometer termal, ada dua jenis detektor ;
    1.  Detektor termal, untuk mengubah suhu dalam hubungannya dengan serapan tenaga yang menggenainya.
    2.  Detektor kuantum, secara luas digunakan dalam penginderaan jauh sistem termal.
    3.  Spektrometer termal, untuk mengindera obyek pada saluran sempit.
  • Sensor pembentukan citra,
    Sensor pembentukan citra inframerah termal meliputi :
    a.       Penyiam termal, dipergunakan dengan menggunakan pesawat udara.
    b.      Termal imager, cocok bagi penginderaan dari satelit.
    c.       Penyiam stationer, dioperasikan di dirgantara atau diantariksa.
Artikel Lain :  Pengertian, Definisi Curah Hujan dan Jenis jenis hujan, serta intesitas hujan

ASPEK GEOMETRI CITRA INFRAMERAH TERMAL

Bila dikehendaki pemetaan teliti dengan citra inframerah termal, maka data tersebut harus diregistrasi. Distorsi geometri citra inframerah termal disebabkan oleh dua variasi, yaitu :
1.      Variasi sistematik
Variasi yang pasti terjadi dan dapat diperkirakan atau diperhitungkan sebelumnya, meliputi :
a.       Variasi skala tangensial
–       Terjadi pada arah garis penyiam, skala pada arah jalur terbang relatif konstan.
–       Disebabkan oleh kecepatan gerak penyiam tetap, kecepatan penyiam tidak tetap
–       Menyebabkan perubahan bentuk pada citra.
b.      Variasi ukuran sel resolusi
Sel resolusi semakin besar bila tempatnya semakin jauh dari titik nadir.
c.       Pergeseran relatif satu arah
Bersifat radial terhadap titik prinsipal
2.      Variasi acak
Variasi yang tidak dapat diperhitungkan sebelumnya dan belum pasti terjadi, meliputi:
a.       Distorsi oleh kedudukan pesawat terbang (pitch, roll, yaw)
b.      Gangguan elektronik
c.       Gangguan atmosfer
d.      Efek perekaman

KEUNGGULAN & KETERBATASAN CITRA INFRAMERAH TERMAL
Keunggulan citra inframerah termal :
1.      Perekaman tenaga termal dapat dilakukan pada siang hari dan malam hari.
2.      Dapat merekam wujud tak tampak oleh mata sehingga menjadi gambaran yang cuku jelas.
3.      Keluarnya dapat berupa data non-citra, citra dan data digital.
Kelemahan citra inframerah termal :
1.      Aspek geometri yang penyimpangannya lebi besar dari penyimpangan pada foto udara.
2.      Sifat termal yang lebih rumit dari sifat pantulan obyek.

INTERPRETASI DAN PENGGUNAAN CITRA INFRAMERAH TERMAL
1.  Interpretasi Citra Inframerah Termal
Empat hal yang perlu diperhatikan dalam interpretasi citra inframerah termal :
a.  Suhu pancaran obyek berbnding lurus terhadap pangkat 4 suhu kinetik.
b.  Suhu pancaran obyek berbanding lurus terhadap nilai pancaran.
c.   Rona obyek tergantung pada jam perekaman dan variasi suhu harian.
d.  Ada kompresi skala tangensial cukup besar pada dua bagian tepi citra yang belum direktifikasi.
Cara interpretasi inframerah termal sangat bergantung pada tujuan interpretasinya yaitu:
a.   Mendeteksi beda suhu
Tujuh contoh deteksi obyek berdasarkan beda suhunya menurut Avery dan Berlin, yaitu untuk mendeteksi:
–          Air dan tanah serta batuan
–          Vegetasi
–          Tanah lembab
–          Tanah diperkeras
–          Permukaan logam
–          Obyek bersuhu tinggi
–          Kesan hantu atau ‘ghost’
b.      Menaksir suhu
Berbeda dengan deteksi obyek berdasarkan beda suhu pancarannya yang telah mencapai ketelitian hasil cukup tinggi, ketelitian hasil penaksiran suhu kinetik masih rendah.
2. Penggunaan Citra Inframerah Termal 
Penggunaan citra inframerah termal lebih jauh telah dimanfaatkan di bidang-bidang :
a. Geologi
Sasaran penginderaan : jenis batuan, pegunungan dan dataran, gunung api aktif, pemetaan suhu permukaan dll.
b. Pertanian
Sasaran penginderaan : sawah, jenis tanaman, penyakit tanaman, kelembaban tanah dll.
c. Hidrologi
Sasaran penginderaan : mata air dingin dan panas, pola aliran air, batas air dan es, batas air tawar dan air asin dll.
d. Kekotaan
Sasaran penginderaan : kebocoran pipa gas bawah tanah, titik panas bangunan industri, model penggunaan listrik, konservasi energi dll.
e. Vegetasi
Sasaran penginderaan : evapotraspirasi, kebakaran hutan dan gangguan serangga.
f.  Meteorologi
Sasaran penginderaan : profil suhu, komponen atmosfer, sebaran suhu horisontal.

Artikel Lain :  Pengertian Air, Jenis-jenis, dan macam-macam Air.
Silahkan di bagikan .. Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this page
Pengertian, Aspek dan keunggulan Pengindraan Jauh Non Fotografik Sistem Termal | admin | 4.5

Leave a Reply